MTs Muhammadiyah Batang Gelar Seminar Parenting dan Pembagian Rapor, Tekankan Karakter Anak Lebih Utama dari Nilai Akademis

BATANG – Mengakhiri Tahun Ajaran 2025/2026, MTs Muhammadiyah Batang menggelar rangkaian kegiatan strategis berupa Seminar Parenting dan Penyerahan Hasil Belajar (Rapor) Murid pada Sabtu, 20 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung di ruang kelas baru lantai 2 ini dikemas apik untuk menyamakan visi antara pihak madrasah dan orang tua dalam mendidik generasi masa depan.

​Untuk menjaga kondusivitas dan efektivitas acara, pelaksanaan dibagi menjadi dua sesi:
​Sesi Pagi (08.00 – 11.00 WIB): Khusus untuk orang tua murid Kelas 7 dengan jumlah 135 Wali murid.
​Sesi Siang (13.00 – 14.00 WIB): Khusus untuk orang tua murid Kelas 8 dengan jumlah 101 wali murid.

​Acara inti diawali dengan Seminar Parenting yang menghadirkan tokoh berkompeten dalam bidangnya. Pada sesi pagi, materi disampaikan oleh Ustadz Ahmad Baedhowi Ali, sedangkan pada sesi siang diisi oleh Ustadzah Hj Umalichah, S.Ag

​Kedua pemateri sepakat membedah tema krusial mengenai “Kiat-Kiat Sukses Mendidik Anak Menjadi Anak yang Sholeh dan Sholehah”. Para orang tua diajak untuk memahami bahwa tantangan mendidik anak di era modern memerlukan kesabaran ekstra, keteladanan yang nyata, serta pemahaman aspek spiritual yang kuat sebagai fondasi karakter anak.

​Dalam sambutannya, Kepala MTs Muhammadiyah Batang, Bapak Muhamad Akhirudin, S.Pd., memberikan pesan mendalam yang menyejukkan sekaligus membuka cakrawala pemikiran para orang tua terkait hasil belajar anak.

Pihak sekolah menekankan bahwa nilai kognitif (angka di rapor) memang penting, tetapi bukan segalanya. Muhamad Akhirudin mengimbau dengan sangat agar orang tua tidak memarahi anak jika hasil rapornya tidak sesuai ekspektasi.

Berdasarkan penelitian, keberhasilan anak di masa depan 80% dipengaruhi oleh nilai afektif dan psikomotorik seperti rasa percaya diri, tanggung jawab, dan kedisiplinan. Sementara aspek kognitif hanya menyumbang 20%.

​”Banyak bukti menunjukkan anak-anak yang aktif berbicara dan percaya diri justru lebih berhasil di masa depan—misalnya menjadi anggota dewan—meskipun nilai akademisnya seperti Fisika, IPA, atau Matematika dulunya kurang memuaskan,” ujar beliau.

​Lebih lanjut, Kepala Madrasah menegaskan bahwa kesuksesan anak tidak bisa hanya mengandalkan pihak madrasah saja. Jika pemerintah menggalakkan konsep Catur Pendidikan, maka MTs Muhammadiyah Batang menerapkan konsep Panca Pendidikan yang didukung oleh 5 sektor utama:

  1. ​Keluarga: Lingkungan keluarga yang harmonis dan orang tua yang suportif.
  2. ​Masyarakat: Lingkungan pergaulan dan teman sehari-hari yang positif.
  3. ​Madrasah/Sekolah: Komitmen sekolah menjaga amanah dan peduli terhadap gerak-gerik siswa di dunia nyata maupun dunia maya (media sosial).
  4. ​Media: Pengawasan terhadap konsumsi informasi digital anak.
  5. ​Masjid: Pembentukan spiritualitas dan pembiasaan ibadah.

​Menghadapi masa libur sekolah selama 3 minggu ke depan, pihak madrasah menyerahkan kembali pengawasan anak sepenuhnya kepada orang tua. Sekolah berharap orang tua dapat memantau ketat agar anak-anak tidak mengisi liburan dengan menjadi mager (malas gerak), tidur-tiduran sepanjang hari, atau kecanduan gadget hingga melupakan kebiasaan baik dan ibadah yang telah diajarkan di madrasah.

​Ada hal menarik dan patut diapresiasi yang menegaskan integritas MTs Muhammadiyah Batang. Sekolah kembali mengingatkan aturan ketat yang telah menjadi budaya madrasah, yaitu larangan keras bagi orang tua maupun murid untuk memberikan tanda terima kasih berupa barang atau bingkisan (parsel) kepada guru maupun wali kelas.
​Orang tua diimbau cukup memberikan ucapan terima kasih secara lisan atau doa tulus. Kebijakan ini diterapkan demi menjaga profesionalitas, sehingga bapak/ibu guru serta wali kelas dapat tetap objektif dalam memberikan penilaian kepada murid tanpa memandang aspek materi atau latar belakang apa pun.

​Setelah seminar dan pengarahan selesai, acara dilanjutkan dengan penyerahan laporan hasil belajar (rapor) oleh wali kelas masing-masing di ruang kelas yang telah ditentukan. Acara berjalan dengan khidmat, tertib, dan penuh rasa kekeluargaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *