Gelar Awalussanah di Pendopo Kabupaten, MTs Muhammadiyah Batang Siap Cetak Generasi Digital Berakhlak Mulia

BATANG – Menjawab keprihatinan masyarakat terhadap fenomena kemerosotan karakter dan perilaku menyimpang remaja yang marak di media sosial, MTs Muhammadiyah Batang menegaskan komitmennya untuk hadir sebagai solusi nyata. Langkah strategis ini disosialisasikan secara langsung dalam agenda Awalussanah Murid Baru Tahun Ajaran 2026/2027 yang digelar megah di Pendopo Kabupaten Batang pada Ahad (12/7/2026) pagi.
​Mengangkat tema “Mengawali Langkah dengan Cinta, Menggapai Masa Depan Berakhlak, Berilmu, dan Berkemajuan”, perhelatan yang berlangsung dari pukul 07.30 hingga 11.30 WIB ini dihadiri oleh 350 peserta. Jajaran peserta terdiri dari seluruh murid baru, wali murid, jajaran Komite Madrasah, serta pengurus Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Batang.

​​Dalam sambutan pembukaannya, Kepala MTs Muhammadiyah Batang, Bapak Muhamad Akhirudin, S.Pd., menyoroti tantangan berat dunia pendidikan saat ini, termasuk maraknya kasus anak yang berani melawan orang tua hingga berbenturan dengan guru. Menurutnya, penanganan hal ini memerlukan tindakan serius dan kolaboratif.

​”Berhasilnya pendidikan itu ditopang oleh empat pusat pendidikan, yaitu masyarakat, sekolah, orang tua, dan media,” ujar Muhamad Akhirudin tegas.

​Salah satu pemicu utama degradasi moral tersebut adalah tingginya ketergantungan generasi muda terhadap gawai (gadget). Mengatasi hal ini, MTs Muhammadiyah Batang secara konsisten menerapkan konsep Full Day School. Melalui sistem ini, seluruh Murid diwajibkan hadir di madrasah mulai pukul 06.30 WIB dan baru pulang pukul 16.00 WIB. Banyaknya waktu yang dihabiskan untuk aktivitas positif di madrasah diharapkan efektif meminimalkan interaksi negatif anak dengan gawai.

​Di samping fokus pada pembentukan karakter islami, mandiri, kreatif, dan adaptif, madrasah ini juga membuktikan diri sebagai gudang juara. Sepanjang tahun ajaran 2025/2026, MTs Muhammadiyah Batang berhasil memanen minimal 237 prestasi di tingkat kabupaten, baik akademik maupun non-akademik. Bahkan selama masa liburan sekolah, tradisi juara ini tidak berhenti berkat capaian gemilang para murid dan guru, antara lain:

  1. ​3 Prestasi Tingkat Nasional pada cabang olahraga Taekwondo yang diraih oleh 3 orang murid.
  2. ​Lolosnya 2 murid dalam seleksi Olimpiade Sains Nasional (OSN) Tingkat Provinsi untuk mata pelajaran IPA dan IPS.
  3. ​Juara 1 Olimpiade Bahasa Arab (OBA) tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2025 yang disabet oleh Ustaz Muhammad Khairul Hakim, Lc.

​Selain itu, Angkatan ke-48 (Angkatan Viostara) tercatat sukses meraih nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) tertinggi se-Kabupaten Batang untuk tingkat MTs. Rekam jejak kelulusannya pun impresif: sebanyak 77% alumni berhasil menembus sekolah negeri impian, sementara 23% lainnya memilih sekolah swasta bergengsi seperti Pondok Modern Darussalam Gontor, Pondok Pesantren Zam-Zam, dan MBS Pekajangan.

​Untuk menunjang kenyamanan belajar, pihak madrasah saat ini tengah melakukan rehabilitasi dan pembangunan fasilitas besar-besaran—mulai dari ruang layanan, perpustakaan, kamar mandi, ruang kelas, hingga rencana pembuatan mini barbershop—yang ditargetkan rampung pada akhir tahun 2026.

​Sambutan sekaligus peresmian pembukaan acara disampaikan oleh Ketua PDM Kabupaten Batang yang juga menjabat sebagai Ketua Komite MTs Muhammadiyah Batang, Ustadz H.M. Harto Setiyono, B.A. Beliau menekankan pentingnya keikhlasan penuh dari orang tua saat menitipkan anak-anak mereka di madrasah.

​”Bagi putra-putri yang saat ini sudah diserahkan pendidikannya kepada MTs, mohon diikhlaskan secara tulus. Jangan setengah-setengah, apalagi sampai setengah-setengah membiayai, nanti tidak jadi. Tidak ada istilah mahal, sekolah di mana pun ada buktinya,” tegas Ustadz Harto.

​Beliau menganalogikan proses awal masuk madrasah seperti meminum obat. Meskipun awalnya terasa pahit karena harus beradaptasi dengan kedisiplinan ketat sejak pukul 06.30 WIB, proses ini dijamin akan membawa kebaikan jangka panjang bagi kemandirian anak.

Melalui sistem digital ini, komunikasi seperti pengurusan izin dan pemantauan perkembangan anak dapat diakses orang tua dengan mudah via gawai tanpa perlu surat-menyurat konvensional lagi.

​Memasuki inti acara, para wali murid menerima pemaparan program komprehensif dari jajaran manajemen madrasah, yang disampaikan oleh:

  1. Bapak Tiyas Prasetya, M.Pd (mewakili Waka Akademik)
  2. Ibu Rizqi Fithriyana, S.Pd. (Waka Kesiswaan)
  3. Ibu Tri Utari, S.Pd. (Kepala Tata Usaha)

​Menutup sesi pemaparan, Kepala TU Ibu Tri Utari memberikan pencerahan spiritual yang menyentuh hati para orang tua mengenai hakikat biaya pendidikan.

​”Setiap rupiah yang kita keluarkan untuk pendidikan anak bukanlah sebuah pengorbanan, melainkan sebuah investasi akhirat,” tuturnya anggun.

​Beliau meyakinkan para wali murid bahwa keikhlasan membiayai pendidikan anak akan menembus arsy dan menjadi aliran pahala jariyah.

“Ketika orang tua mendanai pendidikan anaknya dengan hati yang rida, Allah tidak akan menggantinya hanya dengan rezeki yang berlipat ganda, tetapi juga akan membalasnya lewat kesalehan dan kesuksesan anak-anak kita di masa depan. Karena keikhlasan kita hari ini adalah fondasi kejayaan mereka di esok hari,” pungkas Ibu Tri Utari.

​Acara Awalussanah ditutup dengan khidmat melalui sesi foto bersama antara seluruh murid baru, tamu undangan komite madrasah, serta seluruh jajaran guru dan tenaga kependidikan (tendik) MTs Muhammadiyah Batang, menandai dimulainya sinergi hebat untuk tahun ajaran baru. (Humas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *