Ujian Tahfidz Juz 29 & 30: Langkah Awal 236 Murid MTs Muhammadiyah Batang Menuju Generasi Qur’ani

BATANG — Semangat melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an menggema di lingkungan madrasah. Sebanyak 236 murid kelas 7 dan 8 mengikuti Ujian Tahfidz Al-Qur’an Juz 29 dan 30 untuk Tahun Ajaran 2025/2026.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu (8–10 Juni 2026) ini, mengusung tema yang penuh makna: “Al-Qur’an di Hati, Harapan Terpatri, Masa Depan Menanti”.

​Untuk menjaga kelancaran dan kekhusyukan jalannya ujian, seluruh peserta dibagi ke dalam tiga hari, dengan pembagian sebagi berikut:

  1. Senin, 07.00-16.00 WIB: Penguji Ustaz Khoirul Huda Lc dan Ustazah Nisrina Nur Hamidah, S.Pd
  2. Selasa, 07.00 – 16.00 WIB : Penguji Ustaz M. Khairul Hakim, Lc & Ustazah Tri Utari, S.Pd
  3. Rabu, 07.00- 11.00 WIB : Penguji Ustaz Tiyas Prasetya, M.Pd & Ustazah Fatoyah

​Rangkaian kegiatan resmi dibuka pada Senin, 8 Juni 2026. Acara pembukaan diawali dengan sambutan hangat sekaligus pembukaan resmi oleh Kepala Madrasah. Dalam arahannya, beliau memberikan motivasi besar dan menyentuh sisi psikologis para murid yang tampak tegang sebelum menghadapi penguji.

​”Ketika ada sebuah ujian dan kalian merasa nervous, merasa tidak karuan di dalam dada, itu tandanya kalian adalah orang-orang yang normal. Yang tidak normal adalah yang diuji tetapi tidak punya perasaan apa pun. Perjuangan kalian hari demi hari menghafal Al-Qur’an, walaupun susah, yakinlah tidak akan pernah sia-sia,” ungkap Kepala Madrasah di hadapan para peserta dan guru.

​Beliau juga menekankan bahwa cita-cita profesi di masa depan—baik menjadi pilot, masinis, guru, profesor, maupun dokter—akan jauh lebih mulia jika dibekali dengan hafalan Al-Qur’an. Lebih dari itu, beliau mengingatkan bahwa ujian ini bukanlah ajang persaingan kuantitas hafalan, melainkan momentum untuk menguji konsistensi (istiqamah).

​”Hari ini bukan berbicara tentang siapa yang paling banyak atau paling terbaik hafalannya. Garis finish dari menghafal Al-Qur’an bukanlah ujian hari ini, melainkan ketika kita dipanggil oleh Allah SWT,” tambahnya mendalam.

Di sela-sela pelaksanaan ujian, Ketua Panitia Ujian Tahfidz, Bapak Khairul Amar, S.Pd., menyampaikan harapan besarnya dari terselenggaranya kegiatan ini. Beliau menekankan bahwa ujian ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan media pembentukan karakter murid.

​”Harapan kami melalui ujian tahfidz ini, anak-anak tidak hanya mengejar setoran hafalan demi nilai semata, melainkan benar-benar menanamkan Al-Qur’an dalam hati mereka sesuai tema kegiatan kita. Semoga program ini melahirkan generasi muda yang cerdas secara akademis, berakhlak mulia, dan senantiasa menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup di tengah perkembangan zaman,” tutur Khairul Amar, S.Pd.

Suasana haru dan lega juga terpancar dari raut wajah para peserta. Hamizan Hanan (7b), salah satu murid yang mengikuti ujian tahfidz kali ini, membagikan kesannya setelah berhadapan langsung dengan tim penguji.

​”Awalnya waktu mau maju ke meja penguji rasanya tegang sekali dan jantung berdebar-debar. Tapi alhamdulillah, setelah mulai melantunkan ayat dan ustadz penguji dengan sabar, rasa gugup itu perlahan hilang. Saya sangat bersyukur bisa sampai di tahap ini. Ujian ini memotivasi saya untuk lebih rajin murojaah di rumah dan tidak malas lagi menjaga hafalan,” ungkap Hanan dengan wajah ceria.

Rangkaian Ujian Tahfidz Al-Qur’an resmi berakhir pada Rabu, 10 Juni 2026 pukul 11.00 WIB. Pada acara penutupan, Kepala Madrasah, Bapak Muhamad Akhirudin, S.Pd., kembali mengingatkan bahwa esensi terbaik dari seorang penghafal Al-Qur’an adalah keistiqomahan dalam menjaga hafalan di kehidupan sehari-hari.

​”Yang terbaik bukanlah mereka yang berada di depan, kemudian diuji dan lancar, bukan itu. Tetapi yang terbaik adalah orang yang senantiasa istiqomah, terus-menerus, dan konsisten membaca, menghafal, memahami, serta mengamalkan Al-Qur’an,” ujarnya memotivasi.

​Pihak madrasah juga menitipkan pesan penting mengenai pentingnya murojaah (mengulang hafalan) di rumah serta bijak dalam membagi waktu dengan gawai (handphone). Menjaga kualitas hafalan menuntut pengorbanan waktu agar tidak habis hanya untuk bermain game atau media sosial.

​Menariknya, dalam sambutan penutup tersebut juga dijelaskan secara ilmiah bahwa aktivitas menghafal Al-Qur’an terbukti mampu menstimulasi otak. Hal ini secara tidak langsung akan mempermudah murid dalam memahami mata pelajaran akademis lainnya, seperti Matematika, Bahasa Inggris, dan Bahasa Arab.

​Ujian kali ini merupakan tahap awal yang harus dilewati oleh para murid kelas 7 dan 8. Untuk dinyatakan lulus dan berhak mendapatkan syahadah/sertifikat tahfidz, mereka masih harus menyelesaikan tahapan ujian selanjutnya yang akan dilaksanakan di kelas 8 dan kelas 9 mendatang.

​Acara penutupan diakhiri dengan khidmat dengan bersama-sama melafalkan hamdalah, diiringi tepuk tangan apresiasi yang meriah dari seluruh guru, tenaga kependidikan, dan para murid yang hadir. Kegiatan ini sukses berjalan dengan lancar dan meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh warga madrasah.

1 Comment
Juni 10, 2026

Masya Allah…smga mnjadi generasi Qur’ani yg berakhlak mulia,amiin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *