PEKALONGAN – Suasana khidmat bercampur haru menyelimuti Ballroom Parkside Mandarin Hotel Pekalongan pada Sabtu 6 Juni 2026 dari pukul 07.00-12.30 WIB. Sebanyak 103 Murid kelas IX MTs Muhammadiyah Batang yang tergabung dalam Angkatan 48 (Viostara) resmi dilepas dalam prosesi Wisuda Akhirussanah ke-48 Tahun Ajaran 2025/2026.
Acara yang berlangsung megah ini dihadiri oleh sekitar 400 undangan, terdiri dari jajaran Komite
Madrasah, Tamu Undangan, perwakilan pemerintah, orang tua/wali murid, Murid serta seluruh guru dan tenaga kependidikan (tendik).
Mengusung tema “Take a brave step and make your dreams come true”, prosesi ini menjadi saksi kesiapan generasi muda Muhammadiyah untuk melangkah berani menaklukkan masa depan.
Kepala MTs Muhammadiyah Batang, Bapak Muhamad Akhirudin, S.Pd., dalam sambutnya menyampaikan rasa bangganya atas keteguhan, solidaritas, dan karakter kuat yang telah terbentuk pada Angkatan Ke-48 (Viostara Generation). Nama ini dimaknai sebagai generasi yang berakar kuat, tangguh menghadapi tantangan, namun tetap dinamis dan memancarkan prestasi seperti bintang di langit.
Beliau menegaskan bahwa momentum akhirussanah bukan sekadar seremoni kelulusan, melainkan sebuah saksi perjalanan para siswa dalam menemukan jati diri.
”Kini tibalah waktu di mana kita harus berpisah. Siap atau tidak, kalian harus menjalani dan menghadapi dengan mandiri untuk mencari solusi. Jangan pernah menghindar, apalagi melarikan diri,” tegas Bapak Muhamad Akhirudin.
Beliau juga mengingatkan para alumni untuk tetap memegang teguh nilai-nilai karakter, kedisiplinan, ibadah, dan hafalan Al-Qur’an.
“Tetap rendah hati ketika berada di puncak, dan tetap tegar ketika berada di bawah. Karena masa depan bukan milik mereka yang paling cepat, tetapi mereka yang paling istiqomah,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, beliau memberikan analogi mendalam mengenai pepatah “Sedia Payung Sebelum Hujan” yang diibaratkan sebagai rasa percaya diri (confidence).
Payung bukan digunakan untuk menghentikan hujan, tapi membuat kalian bisa bertahan dan berjalan di tengah hujan. Payung inilah yang disebut confident atau percaya diri. Confident tidak lantas membuat kalian selalu berhasil, tetapi kepercayaan diri menjadi modal yang kuat yang bisa membuat kalian bertahan, berani menghadapi setiap tantangan supaya kalian bisa sampai pada cita-cita besar kalian.
Karena hujan, saya akan pergi. Ingat satu lagi,
“hujan tidak menghalangi, hanya membasahi,” pungkasnya secara puitis.
Apresiasi dan arahan juga datang dari Pemerintah Kecamatan Batang yang dihadiri oleh Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban (Kasi Trantib) Bapak Fenny Rudy Hermawan, A. Md. Beliau mengingatkan para murid untuk seimbang dalam menuntut ilmu.
”Teruslah belajar, tingkatkanlah kemampuan, kuasai teknologi. Namun jangan pernah meninggalkan akhlak, etika, dan nilai-nilai agama yang telah diajarkan di madrasah ini. Jadilah generasi yang cerdas, berkarakter, berintegritas, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan agama.”
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Batang, Bapak H. M. Harto Setiyono, B.A., turut menitipkan pesan dan doa mendalam bagi para alumni yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
”Mudah-mudahan anak-anak bisa terus melanjutkan cita-cita perjuangannya, sukses, dan menjadi anak yang membanggakan bagi kedua orang tuanya, tetap menjadi anak yang soleh-solehah. Insyaallah menjadi qurrota a’yun (penyejuk hati),” tuturnya yang langsung diamini oleh seluruh hadirin.
Perwakilan wali murid, Bapak Kusnandar,M.Pd menyampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada pihak madrasah yang telah menjadi orang tua kedua bagi anak-anak selama tiga tahun masa puber dan remaja mereka.
”Kami mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya. Tanpa pengorbanan dan dedikasi dari Bapak dan Ibu sekalian, tentu anak-anak kami tidak akan sampai pada momen saat ini,” ujarnya seraya menambahkan bahwa orang tua merasakan perubahan positif yang besar pada mental dan rasa percaya diri anak-anak.
Rasa kehilangan dan terima kasih yang mendalam juga disuarakan oleh perwakilan wisudawan, Juneta Khalilah Shakhi
”Kepada Bapak dan Ibu guru, kata terima kasih rasanya tak pernah cukup. Terima kasih telah sabar, tulus, dan telaten mendidik kami. Percayalah, ilmu dan keteladanan Bapak dan Ibu akan selalu menjadi penunjuk jalan kami,” ungkap Juneta dengan nada bergetar.
Taklupa, juneta juga menyampaikan pesan kepada teman teman viostara dalam mengakhiri sambutanya.
Nanti, kita akan berpisah jalan demi menempuh tujuan dan cita-cita masing-masing. Tapi ingatlah selalu, ke mana pun kaki melangkah, tetaplah jadi orang baik dan berguna bagi sesama.”
Memasuki agenda inti setelah sambutan dan selingan doorprize, ketegangan berganti riuh tepuk tangan saat pengumuman Penghargaan Murid Berprestasi. Madrasah memberikan apresiasi tinggi kepada para lulusan terbaik di berbagai kategori, mulai dari Terbaik Akademik, peraih nilai ijazah tertinggi, hafalan Al-Qur’an terbaik (Tahfid), hingga prestasi nonakademik lainnya. Penghargaan ini menjadi bukti nyata dari komitmen MTs Muhammadiyah Batang dalam mencetak generasi unggul.
Sebagai bentuk ikatan batin dan tanda terima kasih angkatan ke-48 kepada almamater tercinta, dilakukan prosesi Penyerahan Kenang-kenangan dari murid kelas IX kepada pihak madrasah. Penyerahan simbolis ini diwakilkan oleh salah satu Murid, Dina Ramadhani yang menyerahkan cinderkasih tersebut secara langsung kepada kepala madrasah di atas panggung dengan penuh khidmat.
Suasana Ballroom Mandarin Hotel berubah drastis menjadi penuh keharuan saat memasuki sesi persembahan pagu perpisahan. Alunan melodi yang syahdu mengiringi langkah para murid kelas IX maju mendekati deretan kursi guru, tenaga kependidikan, dan orang tua mereka.
Secara serentak, para murid memberikan setangkai bunga kepada para guru dan tendik sebagai simbol penghormatan atas kesabaran dan ketulusan ilmu yang diberikan.
Keharuan memuncak saat para murid berbalik menghadap orang tua masing-masing, bersimpuh, lalu memberikan kado spesial. Pelukan hangat, tangis haru, dan bisikan doa restu dari orang tua seketika pecah, memenuhi sudut-sudut ruangan ballroom dan menguras air mata hampir seluruh hadirin yang menyaksikan.
Acara yang berlangsung penuh kenangan ini kemudian ditutup secara resmi dengan sesi foto bersama per kelas. Wajah-wajah penuh haru kini berganti senyum optimisme, menandai langkah awal Angkatan Viostara untuk terbang tinggi mengejar mimpi-mimpi besar mereka di masa depan.



Drasa Hamba kereeennn