BATANG – Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha dan memberikan pemahaman mendalam mengenai syariat Islam, MTs Muhammadiyah Batang menggelar kegiatan Latihan Kurban pada Sabtu (30/05/2026) atau bertepatan dengan 13 Dzulhijjah 1447 H.
Kegiatan yang berlangsung dari pukul 07.00 hingga 13.00 WIB ini bertempat di Lapangan Boarding School MTs Muhammadiyah Batang. Sebanyak 78 peserta yang terdiri dari guru, tenaga kependidikan , staf, serta perwakilan murid dari Pengurus Harian Organisasi Otonom (Ortom) Pelajar MTs Muhammadiyah Batang tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara.
Tujuan utama dari kegiatan Latihan kurban pada tahun ajaran 2025/2026 ini adalah sebagai sarana simulasi dan edukasi. Peserta diajarkan seluruh proses kurban secara langsung, mulai dari teknik penyembelihan, pengulitan, pencacahan, hingga pengolahan daging.
Dalam latihan kali ini, panitia menyediakan 5 ekor kambing berjenis “kalibul” (kambing di bawah usia lima bulan) dengan berat masing-masing sekitar 14 kg.
Berdasarkan syariat fikih Islam, hewan dengan kriteria tersebut belum layak untuk dikurbankan secara sah. Oleh karena itu, pihak madrasah menegaskan bahwa kegiatan ini murni bersifat latihan dan edukasi, bukan ibadah kurban yang sesungguhnya.
Dalam sambutan pembukaannya, Kepala MTs Muhammadiyah Batang, Bapak Muhamad Akhirudin, S.Pd., menyampaikan harapan besar agar program ini bisa menjadi agenda tahunan yang terus berkembang.
- “Melalui latihan ini, kami berharap program Latihan Kurban menjadi program tahunan di MTs Muhammadiyah Batang. Semoga tahun depan jumlah hewan kurban dapat meningkat dan kita sudah bisa menggunakan hewan yang benar-benar layak serta sah sesuai syariat,” ujar beliau.
Tidak hanya mengajarkan keterampilan fisik agar siap membantu masyarakat, Bapak Muhamad Akhirudin juga menyelipkan pesan spiritual yang mendalam di akhir sambutannya. Beliau mengajak seluruh warga madrasah untuk merefleksikan makna kurban secara batiniah.
- ”Mari kita sembelih sifat-sifat negatif dalam diri kita—seperti egois, keras kepala, kesombongan, dan rasa hasad (iri dengki)—agar kita semua tumbuh menjadi pribadi yang lebih bertakwa,” tegasnya.
Senada dengan Kepala Madrasah, Ustadz Khoirul Huda, Lc. selaku Ketua Kegiatan Latihan Kurban, menambahkan bahwa pengalaman langsung (orientasi praktik) jauh lebih membekas bagi para guru, tendik, dan murid dibandingkan sekadar teori di dalam kelas.
- ”Kami ingin guru, tendik, dan murid dapat belajar secara langsung tentang syariat berkurban ini. Dengan demikian, mereka mendapatkan pengalaman dan ilmu pengetahuan nyata yang siap dipraktikkan saat terjun di lingkungan masyarakat nantinya,” jelas Ustadz Khoirul Huda.
Manfaat langsung dari kegiatan ini dirasakan oleh Handika [8A], salah satu murid yang menjadi perwakilan peserta. Meski sempat ada rasa cemas, ia mengaku sangat senang bisa mendapatkan pengalaman langka ini.
- ”Rasanya senang dan seru banget, walaupun awalnya tadi sempat takut dan ragu-ragu. Tapi alhamdulillah, akhirnya saya bisa belajar dan mendapatkan ilmu tentang kurban secara langsung dari kegiatan ini,” ungkap Handika dengan wajah ceria.
Melalui kegiatan ini, MTs Muhammadiyah Batang tidak hanya sukses mentransfer ilmu fikih secara praktis, tetapi juga berhasil memupuk rasa kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian sosial di lingkungan madrasah. (Humas)


