BATANG –Sabtu, 23 Mei 2026, Empat Murid berprestasi dari MTs Muhammadiyah Batang resmi mengikuti upacara pembukaan dan bersiap menghadapi babak Final Olimpiade Sains Madrasah (OSMA) Tahun 2026 tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Meskipun pusat kegiatan pembukaan dan final lomba dipusatkan di MAN Salatiga, delegasi Kabupaten Batang mengikuti seluruh rangkaian acara pembukaan secara daring (Zoom Online) dari Titik Lokasi (Tilok) yang bertempat di MAN Batang pada Pukul 07.00 Wib- Selesai. Di lokasi ini pula, para Murid akan berjuang menyelesaikan soal-soal final secara online.
Keempat murid terbaik MTs Muhammadiyah Batang yang berhasil menembus babak final provinsi tersebut adalah:
- Kalista Azkadina Zara (Kelas 7E) – Cabang Matematika (Juara 1 Tingkat Kota/Kabupaten)
- Muhammad Dzaka Aditya (Kelas 7A) – Cabang IPS (Juara 1 Tingkat Kota/Kabupaten)
- Mohammad Yusuf Ikhsan (Kelas 7B) – Cabang IPA (Juara 2 Tingkat Kota/Kabupaten)
- Muhammad Rafa Aditya Lukhi (Kelas 7A) – Cabang IPA (Juara 3 Tingkat Kota/Kabupaten)
Dalam acara pembukaan, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Dr. H. Saiful Mujib, M.A., memberikan sambutan sekaligus motivasi kepada seluruh peserta. Beliau menegaskan bahwa OSMA merupakan ajang milik madrasah yang harus terus ditumbuhkembangkan guna memupuk rasa percaya diri siswa sebagai warga madrasah.
”Melalui OSMA, madrasah dapat mendesain kader-kader luar biasa yang mampu menjawab tantangan perkembangan zaman, baik secara lahir maupun batin. Selain itu, ajang ini juga dibentuk untuk membekali anak-anak agar menjadi generasi yang berkarakter,” ujar Dr. H. Saiful Mujib, M.A.
Beliau juga berpesan agar OSMA dijadikan sebagai tonggak kebangkitan madrasah. Madrasah harus terus memberikan peluang selebar-lebarnya bagi peserta didik untuk menggali potensi diri serta menemukan hal-hal baru yang bermanfaat bagi kehidupan mereka di masa depan.
Hadir mendampingi di Tilok MAN Batang, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Batang, Bapak Dr. H. Mahrus, M.Pdi, turut memberikan wejangan dan pesan khusus kepada para finalis.
Dalam arahannya, Bapak Mahrus menekankan pentingnya memahami tiga elemen utama dalam siklus tumbuh kembang anak, yaitu adanya peluang, talenta, dan tantangan. Beliau memandang ajang OSMA tahun ini sebagai momentum emas yang harus dimanfaatkan dengan baik.
”Dalam proses tumbuh kembang anak, selalu ada yang namanya peluang, talenta, dan tantangan. Saat ini, di hadapan anak-anak sekalian, telah terbuka peluang besar untuk mengikuti OSMA,” tutur Bapak Mahrus.
Beliau juga mengingatkan bahwa bakat saja tidak cukup jika tidak diasah dengan ikhtiar yang sungguh-sungguh.
“Talenta yang dimiliki anak-anak harus terus dipupuk melalui belajar yang giat dan dibarengi dengan doa yang tulus. Semoga lewat partisipasi aktif dalam OSMA ini, kita semua dapat membuktikan bahwa di tingkat kabupaten pun terdapat sang juara yang siap bersaing di level yang lebih tinggi,” pungkasnya memotivasi para finalis.
Dengan dukungan penuh dari pihak sekolah dan Kemenag Batang, keempat siswa MTs Muhammadiyah Batang ini diharapkan mampu meraih hasil maksimal dan membawa pulang medali emas di ajang OSMA 2026 Jawa Tengah.


