Air Mata Haru dan Mahkota untuk Orang Tua Mewarnai Ujian Tahfidz Kelas 9 MTs Muhammadiyah Batang

BATANG – Suasana khidmat penuh haru menyelimuti Aula Kantor Bupati Kabupaten Batang pada Sabtu 16 Mei 2026. Dimulai pada pukul 07.00 – 17.15 WIB Sebanyak 103 Murid kelas 9 MTs Muhammadiyah Batang mengikuti Ujian Tahfidz Al-Qur’an sebagai puncak dari perjuangan mereka menghafal kitab suci selama tiga tahun di bangku madrasah.

​Dengan mengusung tema “Al-Qur’an di Hati, Harapan Terpatri, Masa Depan Menanti”, kegiatan ini dibagi menjadi dua sesi. Sesi pagi diikuti oleh 53 murid putra, disusul sesi siang yang diikuti oleh 50 murid perempuan. Seluruh peserta hadir dengan didampingi langsung oleh orang tua (ayah/ibu) masing-masing.

​Bertindak sebagai penguji pada sesi pagi adalah Ustadz Burhan Hidayat, S.Pd M.M dan Ustadz Ahmad Bahrul Ulum, S.Pd. Sementara untuk sesi siang, diuji oleh Ustadz Almizan Adli dan Ustadz Khairul Imam,S.Pd., C.SQ.

​Kepala MTs Muhammadiyah Batang (Bapak Muhamad Akhirudin, S.Pd) dalam sambutan sesi pagi menekankan bahwa esensi dari ujian tahfidz ini bukanlah sekadar angka atau banyaknya hafalan yang dicapai.

​”Bagusnya ujian tahfidz bukan seberapa banyak capaian murid, melainkan bagaimana mereka dekat dan senantiasa mengulang (murojaah) hafalan tersebut. Ujian ini bukan tentang siapa yang berhasil diuji oleh penguji, tetapi siapa yang berkomitmen menjaga hafalannya. Ini bukan garis finis tempat kita merasa selesai lalu menjauh dari Al-Qur’an,” tegas Kepala Madrasah.

​Beliau berharap momentum ini menjadi penyemangat bagi murid dan orang tua untuk terus menjaga interaksi dengan Al-Qur’an setelah lulus nanti. “Semoga setelah lulus dari MTs, mereka tetap menjaga hafalan, karena Al-Qur’an akan menjadi penolong di dunia dan akhirat, serta menjadi solusi dari segala masalah.”

​Ketua PDM Kab Batang sekaligus Ketua Komite MTs Muhammadiyah Batang, Bapak H.M Harto Setiyono,B.A turut memberikan apresiasi tinggi kepada pihak madrasah yang telah sukses mengantarkan para Murid hingga ke tahap ini.

​”Yakinlah bahwa siapa yang menjaga Al-Qur’an, Allah akan memuliakannya di dunia dan akhirat. Jadikan Al-Qur’an sebagai landasan hidup. Perjuangan menghafal Al-Qur’an adalah investasi anak yang sangat bernilai. Jadilah anak-anak shalih-shalihah yang kelak akan mengantarkan kalian ke surga bersama orang tua,” pesan Bapak Harto.

​Senada dengan hal tersebut, Ketua Panitia Pelaksana, M. Khoirul Hakim, Lc., menyampaikan harapan agar setiap ayat yang dihafal senantiasa dibaca di mana pun dan kapan pun. 

“Semakin banyak ayat yang dihafal dalam hati, semakin tinggi derajat di akhirat. Semoga hafalan ini menjadi wasilah untuk menggapai impian, cita-cita, serta kesuksesan dunia dan akhirat.”

​Pada pembukaan sesi siang, Ketua PCM Kecamatan Batang, Bapak H. Amiril,S.Pd memberikan ucapan selamat yang mendalam kepada para wali murid. Beliau menegaskan bahwa orang tua adalah bagian tak terpisahkan dari keberhasilan hari ini.

​”Selamat kepada orang tua yang anaknya mengikuti ujian hari ini. Semoga dengan ujian tahfidz ini, menjadikan anak-anak kita kuat imannya, lurus akidahnya, dan berkah ilmunya, serta menjadi bekal kesuksesan bagi anak maupun orang tua,” tutur Bapak Amiril.

​Setelah seluruh rangkaian ujian selesai, suasana aula berubah menjadi sangat emosional saat panitia memutarkan video testimoni perjuangan para murid dalam menghafal Al-Qur’an. Tangis haru pecah ketika acara ditutup dengan prosesi penyematan mahkota oleh para murid kepada kepala orang tua mereka—sebuah simbol kado terindah dari anak penghafal Al-Qur’an untuk ayah dan ibu tercinta.

Fadhil Arkan Atallah salah satu peserta sesi pagi, mengaku sempat merasa gugup sebelum maju ke hadapan penguji.

“Awalnya tegang sekali saat maju di depan penguji. Tapi saat melihat Ibu tersenyum di kursi pendamping, rasanya semua lelah menghafal selama 3 tahun ini terbayar lunas. Ujian ini baru awal perjuangan kami,” ungkapnya tulus.

​Kesan mendalam juga disampaikan oleh Dina Ramadhani, peserta dari sesi siang. Baginya, momen menyematkan mahkota kepada sang ibu akan menjadi kenangan yang tak terlupakan seumur hidup.

​”Menyematkan mahkota ke kepala Ibu adalah momen paling mengharukan dalam hidup saya. Terima kasih MTs Muhammadiyah Batang yang telah membimbing kami sedekat ini dengan Al-Qur’an,” ucap Dina sambil menyeka air mata bahagia.

​Dengan berakhirnya ujian ini, MTs Muhammadiyah Batang kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter Qur’ani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *